STRATEGI PENANGANAN ANAK
 PADA GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DI KELAS




MAKALAH
Disusun dan Diajukan Guna Memenuhi Tugas Terstruktur
Matakuliah : Manajemen Kelas
Dosen Pengampu : Miswanto
Oleh:
Rizka Nurlaili Afriani            :           1223301140
Roslia Fariidatun Maajidah  :           1223301141
Rouf Muta’ali                        :           1223301143
Saeful Anwar                          :           1223301144
Samsul Hidayat                      :           1223301145

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO
2015
A.   Pendahuluan
Pemusatan perhatian merupakan hal yang tidak bisa diabaikan di dalam kegiatan pembelajaran, karena tanpa adanya pemusatan perhatian di dalam kegiatan pembelajaran maka kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak dapat berjalan secara optimal. Di dalam kegiatan pembelajaran masih banyaknya anak yang tidak fokus. Seperti mengganggu teman, sibuk sendiri, bercanda dan berbicara dibandingkan mendengarkan dan memperhatikan apa yang disampaikan oleh gurunya.
Rendahnya pemusatan perhatian anak di dalam kegiatan pembelajaran disebabkan oleh berbagai hal, yaitu metode, media, strategi, kesiapan guru dalam mengajar. Namun dalam hal ini metode,media,strategi, dan kesiapan guru dan latar belakan guru, dalam mengajar belum mendukung pembelajaran anak dikarenakan metode dan media yang digunakan oleh guru kurang menarik bagi anak sehingga menyebabkan anak tidak fokus dalam mengikuti pembelajaran serta strategi dan kesiapan guru dalam mengajar juga tidak begitu baik, dimana terkadang guru menyiapkan materi dan membuat media yang akan digunakan pada waktu anak mengikuti kegiatan awal dan guru yang sebelumnya sebagai tenaga administrasi sekolah.
Dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana strategi penanganan anak pada gangguan pemusatan perhatian.
B.     Pembahasan
a.      Komponen yang mempengaruhi kualitas pembelajaran
Dalam peneingkatan kualitas pembelajaran, maka kita harus memperhatikan beberapa komponen yang mempengaruhi pembelajaran, komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut[1].
1.      Siswa, meliputi lingkungan atau lingkungan sosial ekonomi yang dapat mempengaruhi pribadi siswa tersebut, selain itu juga budaya, geografis, intelegensi, dan bakat minat seorang siswa.
2.      Guru, meliputi latar belakang pendidikan seorang pendidik sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran di kelas, selain itu pengalaman kerja dan beban mengajar yang diberikan kepada seorang guru.
Sebenarnya masih ada komponen-komponen lain yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran di dalam kelas, akan tetapi yang sangat berpengaruh sekali terhadap interaksi pembelajaran dikelas adalah siswa dan guru. Karena apabila interaksi antara guru di kelas tidak berjalan dengan efektif maka pelajaran yang dijelaskan oleh guru dapat mudah diterima oleh siswa, adapun strategi dan metode hanyalah sebagai alat pembantu dalam suatu pembelajaran.
b.      Gangguan yang Mempengaruhi Pembelajaran
Penyebab gangguan belajar tidak sepenuhnya dimengerti. Mereka termasuk kelainan pada proses dasar yang berhubungan dalam memahami atau menggunakan ucapan atau penulisan bahasa atau numerik dan pertimbangan ruang.[2]
Kebanyakan anak dengan masalah tingkah laku tampak kurang baik di sekolah dan gangguan belajar. Meskipun begitu, beberapa anak dengan jenis gangguan belajar tertentu menyembunyikan gangguan mereka dengan baik, menghindari diagnosa, dan oleh karena itu pengobatan perlu waktu yang lama.
Pengobatan yang paling berguna untuk gangguan belajar adalah pendidikan yang secara hati-hati disesuaikan dengan individu anak. Tidak ada obat-obatan yang cukup efektif pada pencapaian akademis, intelegensi, dan kemampuan pembelajaran umum. Karena beberapa anak dengan gangguan belajar juga mengalami ADHD, obat-obatan tertentu, seperti methylphenidate, bisa meningkatkan kemampuan anak untuk belajar.
Ketidakmampuan belajar kadang-kadang disebut gangguan belajar (kesulitan belajar), adalah klasifikasi termasuk beberapa gangguan dimana seseorang memiliki kesulitan belajar dengan cara yang khas, biasanya disebabkan oleh faktor yang tidak diketahui atau faktor.
Beberapa bentuk ketidakmampuan belajar yang tidak dapat disembuhkan, namun dengan intervensi kognitif/akademik yang tepat, ternyata diatasi. Individu dengan ketidakmampuan belajar bisa menghadapi tantangan unik yang sering menyebar di seluruh jangka hidup.
c.       Tips untuk Mengelola Kelas dan Strategi Pemusatan Perhatian
Setiap pengajar mempunyai cara tersendiri dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar.[3] Siswa dengan ADD/ADHD mungkin begitu mudah terganggu oleh suara-suara, orang yang lewat, atau pikiran mereka sendiri bahwa mereka sering kehilangan informasi penting di kelas. Anak-anak ini mengalami kesulitan tetap fokus pada tugas-tugas yang membutuhkan usaha mental yang berkelanjutan. Mereka mungkin tampak mendengarkan tetapi tidak mampu untuk mempertahankan informasi.[4]
1.      Membantu anak-anak yang mengalihkan perhatian dengan melibatkan secara fisik, meningkatkan gerakan, dan memperpendek waktu untuk melaksanakan tugas.
2.      Jauhkan kursi anak dari pintu dan jendela
3.      Teman duduk bergantin bahkan tempat duduknya. Bila mungkin, menggabungkan gerakan fisik menjadi pelajaran.
4.      Menulis informasi penting dimana anak dapat dengan mudah membaca referensi itu.
5.      Ingatkan siswa di mana informasi dapat ditemukan.
6.      Bagilah tugas besar menjadi yang lebih kecil
7.      Biarkan anak-anak sering istirahat
8.      Anak-anak dengan gangguan kekurangan perhatian dapat menggunakan gerakan rahasia atau kata-kata, memuji anak untuk gangguan percakapan.
9.      Pastikan rencana perilaku yang ditulis dekat siswa
10.  Berikan konsekuensi segera perilaku yang tidak disiplin
C.     Penutup
Rendahnya perhatian anak didalam kegiatan pembelajaran sangat berpengaruh terhadap proses belajar anak. Rendahnya pemusatan perhatian anak didalam kegiatan pembelajaran disebabkan oleh kurangnya terorganisirnya kelas, adanya anak yang hiperaktif, kurang menariknya media yang digunakan, tidak adanya perencanaan pembelajaran guru (RKH), seringnya guru keluar di saat kegiatan sedang berlangsung, kurang semangatnya guru dalam melaksanakan kegiatan serta keadaan guru yang kurang efektif atau dalam kondisi yang kurang stabil yang disebabkan oleh
permasalahan yang sedang dialami oleh guru kelas tersebut dan kurangnya pengalaman yang dimiliki oleh guru serta keberadaan guru yang sebelumnya adalah tenaga administrasi atau tata usaha.
 Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi pemusatan perhatian anak didalam kegiatan pembelajaran adalah faktor dari dalam diri (internal) dan dari luar diri anak (eksternal).





DAFTAR PUSTAKA
Santoso, Hargio. Cara Memahami dan Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus.
Gosyeng Publishing: Yogyakarta. 2012.
Soekartini. Meningkatkan Efektifitas Mengajar. Pustaka Jaya: Jakarta. 1995.
Yamin, Martin, Bansu I. Ansari. Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual
Siswa. Gaung Persada Press: Jakarta. 2009.


[1] Martin Yamin, Bansu I. Ansari, Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa, (Gaung Persada Press: Jakarta, 2009). Hlm. 23.
[2] Hargio Santoso, Cara Memahami dan Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus (Gosyeng Publishing: Yogyakarta, 2012), hal.77.
[3] Soekartini, Meningkatkan Efektifitas Mengajar (Pustaka Jaya: Jakarta, 1995), hal. 16.
[4] Hargio Santoso, hal.105.

Advertisement

Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top