STRATEGI
PENANGANAN ANAK GANGGUAN KESULITAAN BELAJAR DI KELAS
Disusunsebagai Salah
SatuSyaratuntukMemenuhiTugas
Terstruktur
Mata kuliahManajemen Kelas
DosenPengampu :Miswanto, M.Pd
Oleh :
Suci Hartiningsih (1223301154)
Sugiono (1223301155)
Suryo Arini (1223301156)
Suryono (1223301157)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO
2015
PENDAHULUAN
Murid yang lambat dalam belajar sering
mengalami kesulitan dalam belajar.Setiap akhir kegiatan belajar mereka tidak
dapat menguasai seluruh materi yang seharusnya sudah dikuasai, namun tidak
jarang guru telah melanjutkan pada materi berikutnya.Akibatnya murid tersebut
mungkin tidak ada perhatian terhadap pelajaran itu atau tidak punya minat atau
semangat untuk belajar.Oleh karena itu guru hendaknya dapat memberikan
perhatian khusus terhadap murid yang lambat dalam belajar atau mengalami
masalah atau kesulitan dalam mencapai tujuan pelajaran yang ditetapkan.
Sebagai pembelajar guru
bertanggungjawab untuk membantu murid dalam mencapai perkembangan yang
optimal.Oleh sebab itu guru diharapkan menciptakan kondisi pembelajaran yang
efektif dan efisien, sehingga murid diharapkan mencapai hasil belajar yang
optimal.Untuk mencapai hasil belajar yang optimal bagi murid, setiap kesulitan atau
masalah yang timbul dalam belajar seyogyanya dapat segera diidentifikasi oleh
guru dan segera pula diberikan bantuan atau perbaikan.Ini berarti bahwasetiap
guru dituntut kemampuannya untuk mampu memberikan bantuan pada murid yang
mengalami kesulitan atau masalah dalam belajar.
A.
PengertianKesulitanBelajar
Adapun yang dimaksud dengan kesulitan belajar
adalah suatu keadaan dimana anak didik tidak dapat belajar sebagaimana mestinya
yang disebabkan oleh perbedaan individual (intelegensi / non intelegensi)[1].
Secara umum gejala-gejala kesulitan belajar yang dapat diamati yaitu :
1.
Menunjukkan prestasi yang rendah / di bawah
rata-rata dari yang dicapai oleh kelompok kelas.
2.
Hasil
yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Anak berusaha keras tetapi hasil belajar selalu rendah.
3.
Lambat dalam melaksanakan tugas-tugas belajar.
4.
Menunjukkan tingkah laku yang berlainan misalnya pemarah, pemurung, mudah tersinggung dan sebagainya.
B.
Faktor – FaktorPenyebabKesulitanBelajar
Kesulitan yang dialami siswa bukanlah suatu kelemahan / perilaku yang berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan peristiwa sebelumnya.Dengan kata lain bahwa perilaku siswa dengan segala aksesnya tidak terlepas dari latarbelakang yang menyebabkan.
Secara garis besarfaktor penyebab kesulitan belajara dalah :
1.
Faktor anak didik
Anak didik
adalah subjek yang belajar. Kesulitan belajar yang diderita anak didik tidak
hanya yang bersifat menetap, tetapi juga yang bisa dihilangkan dengan
usaha-usaha tertentu. Faktor intelegensi adalah kesulitan anak didik yang
bersifat menetap.
Untuk
mendapatkan gambaran faktor-faktor apa saja yang dapat menjadi penyebab
kesulitan belajar anak didik, maka akan dikemukakan seperti berikut ini:
a.
Intelegensi (IQ) yang kurang baik
b.
Bakat yang kurang atau tidak sesuai
dengan bahan peelajaran yang dipelajari atau yang diberikan oleh guru
c.
Faktor emosional yang kurang stabil
d.
Aktivitas belajar yang kurang
e.
Kebiasaan belajara yang kurang baik
f.
Penyesuaian sosial yang sulit
g.
Latar belakang penganalaman yang pahit
h.
Cita-cita yang tidak relevan
i.
Kesehatan yang kurang baik
j.
Tidak ada motivasi dalam belajar
2.
Faktor sekolah
Faktor dari
lingkungan sekolah yang menimbulkan kesulitan belajar adalah:
a.
Pribadi guru yang kurang baik
b.
Hubungan guru dengan anak didik kurng
harmonis
c.
Guru tidak berkualitas, baik dalam
pengambilan metode yang digunakan ataupun dalam penguasaan mata pelajaran yang
dipegangnya.
d.
Guru tidak memiliki kecakapan dalam
usaha mendiagnosis kesulitan belajar anak didik
e.
Cara mengajar guru yang kurang baik
f.
Alat/media yang kurang memadai
3.
Faktor keluarga
Ada beberapa faktor keluarga yang
menjadi penyebab kesulitan belajar [2]:
a.
Kurangnya kelengkapan alat-alat belajar
bagi anak di rumah
b.
Kurangnya biaya pendidikan yang
disediakan orang tua.
c.
Kesehatan keluarga yang kurang baik.
d.
Perhatian orang tua tidak memadai,
e.
Kebiasaan dalam keluarga yang tidak
menunjang, dll.
4.
Faktor masyarakat sekitar
C.
Usaha MengatasiKesulitanBelajar
Mengatasi kesulitan belajar tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor kesulitan belajar sebagaimana yang telah diuraikan di atas.Oleh karena itu mencari sumber penyebab utama dan sumber penyebab peserta lainnya menjadi mutlak dalam rangka mengatasi kesulitan belajar.
Adapun langkah-langkah dalam mengatasi kesulitan belajar yaitu :
1.
Pengumpulan
Data
Untuk pengumpulan
data-data tentang penyebab kesulitan belajar, diperlukan banyak informasi, dapat diperoleh dari observasi, kunjungan rumah, daftar pribadi, meneliti tugas, menghubungi orang tua dan sebagainya.
2.
Pengolahan
Data
Data-data yang telah dikumpulkan belum bisa dikatakan informasi
yang cukup apabila tidak diolah secara cermat.Dalam mengolah data langlah-langkah yang
dapat dilakukan yaitu
:
a. Mengidentifikasikasus.
b. Membandingkanantarakasus.
c. Membandingkandenganhasiltes.
d. Menarikkesimpulan.
3.
Diagnosa
Yaitukeputusan (penentuan) mengenaihasildaripengolah data.
Diagnosis inidapatberupakeputusantentang :
a. Jeniskesulitan.
b. Faktor-faktorpenyebab
(penyebabutamadanpenyerta)
Diagnosakesulitanbelajarinidapatdilakukandenganbantuandokter,
psikiater, orang tuaatau gurusendiri.
4.
MengadakanPrognosa
Artinya ramalan-ramalan.Langkah ini ditempuh dengan mengintegrasikan dan menginterprestasikan hasil-hasil langkah kedua dan ketiga,
sehingga memperoleh kesimpulan tentang jenis dan sifat dan dapat diramalkan bantuan apa yang harus diberikan. Prognosis ini ditetapkan untuk membentuk perlakuan
(“treatmen”) sebagai follow up dari diagnosis misalnya :
a.
Bentuk
treatment yang akandiberikan.
b.
Bahan/materi
yang diperlukan.
c.
Metode-metode yang digunakan.
d.
Alatbantubelajarmengingat
yang dibutuhkan.
e.
Waktu.
5.
Treatmen
(Perlakuan)
Yaitu pemberian bantuan kepada anak yang bersangkutan sesuai dengan
program yang telah disusun pada tahap prognosis.Lebih konkritnya tindakan ini bisa melakukan tindakan, remedial dan membuat reforal[3]
:
“Kalau jenis dan sifat permasalahan sertasumber permasalahannya masih bertalian dengan system belajar mengajar dan masih berada dalam kesanggupan dan kemampuan (dalam arti teknis dan otoritas) para guru, seyogyanya bantuan bimbingan itu dilakukan oleh
guru sendiri.Namun kalau permasalahannya sudah menyangkut aspek-aspek kepribadian yang lebih mendalam dan luas maka selayakny atugas guru hanya membuat rekomendasi (reforal) kepada para petugas yang kompeten”.
6.
Evaluasidan
Follow Up
Tahap ini untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan yang telah dilakukan, kalau belum berhasil maka perlu dilakukan kembali sampai berhasil.
KESIMPULAN
Kesulitan belajara dalah suatu keadaan dimana anak didik tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, sehingga tidak berhasil mencapai taraf kualifikasi hasil belajar tertentu.Faktor yang menyebabkan kesulitan belajar bersumber dari diri pribadi,
lingkungan sekolah, lingkungan keluarga danmasyarakat.Upaya mengatasi kesulitan belajar dapat dilakukan dengan pengajaran perbaikan, kegiatan pengayaan, peningkatan motivasi belajar dan pengembangan sikap dan kebiasaan belajar
yang efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syiful Bahri, Psikologi belajar, Jakarta
: PT. Rineka Cipta, 2002.
Hamilik, Umar. MetodeBelajardanKesulitanBelajar.Bandung:
Tarsito, 1983
Muh Ali. Guru Dalam
Proses BelajarMengajar.Bandung: SinarBaru, 1987.


0 komentar:
Posting Komentar