KOMPETENSI GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS


Mata Kuliah          : Manajemen Kelas
Dosen Pengampu : Miswanto, M.Pd

Disusun Oleh :
Wulan Salindri restu               12233011
Yana Ervita Putri                    1223301177
Yanuar Iko Saputra                 1223301179
Zaenu Rahmawati                   1223301184
Zulfika Resti F                        1223301185
Zidni Zamzami                        1223301186




JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO
2015

I.                   PENDAHULUAN
Dunia pendidikan pada umunya dan pembelajaran pada khususnya, kini selalu menjadi pembicaraan banyak orang, Karen pendidikan sebagai wahana untuk mencapai kesejahteraan hidup. Pendidikan dikatakan sukses tergantung pada pembelajaran dikelas. Oleh karena itu, pembelajaran merupakan unsur inti dalam pendidikan dengan di dorong oleh peran guru didalamnya .
II.                PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kompetensi  Guru
Kata kompetensi secara harfiah dapat diartikan sebagai kemampuan. Kemaampuan . kata yang memedai seseorang khususnya guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Makna penting kompetensi dalam dunia pendidikan didasarkan atas pertimbangan rasional bahwasannya proses pembelajaran merupakan proses yang rumit dan kompleks. Ada beragam aspek yang saling berkaitan dan mempengaruhi berhasil atau tidaknya kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.[1]
B.     Tugas dan Peranan Guru
Sebagai pengajar guru, mempunyai tugas menyelenggarakan proses belajar mengajar. Tugas yang mempunyai porsi terbesar dari profesi keguruan ini pada garis besarnya mempunyai empat pokok, yaiut:
1.      Menguasai bahan pengajaran
2.      Melaksanakan program belajar mengajar
3.      Melaksanakan, memimpin, dan mengelola proses belajar mengajar
4.      Menilai kegiatan belajar mengajar.
Tugas guru sebagai administrator mencakup ketatalaksanaan bidang pengajaran dan ketatalaksanaan yang umumnya seperti mengelola kelas, memanfaatkan prosedur dan mekanisme pengelolaan tersebut untuk melancarkan tugas-tugasnya, serta bertindak sesuai dengan etika jabatan
Menurut Roestiyah NK bahwa guru dalam mendidik anak didik bertugas untuk:
1.      Menyelenggarakan kebudayaan terhadap anak didikberupa kepandaian, kecakapan, dan pengalaman-pengalaman
2.      Membentuk kepribadaian anak yang harmonis, sesuai dengan cita-cita dan dasar Negara kita pancasila.
3.      Menyiapkan anak menjadi warga Negara yang baik
4.      Sebagai perantara dalam belajar
5.      Guru adalah sebagai pembimbing
6.      Guru sebagai penghubung antar sekolah dan masyarakat
7.      Guru sebagai penegak disiplin
8.      Guru sebagai administrator dan manager
9.      Pekerjaan guru sebagai suatu profesi
10.  Guru sebagai seorang pemimpin
11.  Guru sebagai sponsor  dalam kegiatan anak-anak.[2]
Kehadiran guru dalam proses belajar mengajar atau pengajaran masih tetap memegang peranana penting. Peranan guru dalam proses belajar mengajar belum dapat digantikan oleh mesin, radio, tape recorder ataupun oleh computer yang paling modern sekalipun. Masih terlalu banyak unsur manusiawi seperti sikap, system nilai, perasaan, motivasi, kebiasaaan dan lain-lain yang diharapkan merupakan hasil dari proses pengajaran, tidak dapat dicapai melalui alat-alat tersebut. Disinilah kelebihan manusia dalam hal guru dari alat-alat atau teknologi yang diciptakan manusia untuk membantu mempermudah kehidupannya.
Karena tugasnya mengajar, maka dia harus mempunyai wewenang mengajar berdasarkan kualifikasi sebagai tenaga pengajar. Sebagai tenaga pengajar, setiap guru, harus mempunyai kemampuan professional dalam bidang proses belajar mengajar atau pembelajaran. Dengan kemampuan itu guru dapat melakukan perannya, yaitu:
1.      Sebagai fasilitator
2.      Sebagai pembimbing
3.      Sebagai penyedia lingkungan yang berupaya menciptakan lingkungan yang menantang siswa agar melakukan kegiatan belajar.
4.      Sebagai komunikator
5.      Sebagai model yang mampu memberikan contoh baik kepada siswanya
6.      Sebagai evaluator yang melakukan penilaian terhadap kemajuan belajar siswa
7.      Sebagai innovator yang turut menyebarluaskan usaha-usaha pembaharuan kepada masyarakat
8.      Sebagai agen moral dan politik
9.      Sebagai agen kognitif
10.  Sebagai manager.[3]
C.     Pengelolaan Kelas
1.      Pengertian pengelolaan kelas.
Pengelolaan kelas mengarah pada peran guru untuk menata pembelajaran. Secara kolektif dan klasikal dengan cara mengelola perbedaan-perbedaan kekuatan individual menjadi sebuah aktivitas belajar bersama. Suharsimi Arikunto (1988), berpendapat bahwa pengelolaan kelas merupakan suatu usaha yang dilakukan guru untuk membantu menciptakan kondidi belajar yang optimal.
Pengertian diatas menunjukkan adanya beberapa variable yang perlu dikelola secara sinegrik, terpadu dan sistematik oleh guru, yakni:
1)      Ruang kelas, menunjukkan batasan lingkungan belajar.
2)      Usaha guru, tuntutan adanya dinamika kegiatan guru dalam mensiasati segala kemungkinan yang terjadi dalam lingkungan belajar.
3)      Kondisi belajar, merupakan batasan aktivitas yang harus diwujidkan, dan
4)      Belajar yang optimal, merupakan ukuran kualitas proses yang mendorong mutu sebuah produk belajar.[4]
2.      Pendekatan Dalam Mengelola Kelas.
a.       Pendekatan Kekuasaan.
Ciri yang utama pada pendekatan ini adalah ketaatan pada aturan yang melekat pada pemilik kekuasaan.
b.      Pendekatan Kebebasan.
Pengelolan kelas bukan membiarakan anak belajar dengan laissez-faire, tetapi memberikan suasana dan kondisi belajar yang memungkinkan anak merasa merdeka, bebas, nyaman, penuh tantangan dan harapan dalam melakukan belajar.
c.       Pendekatan Keseimbangan Peran.
Pendekatan ini dilakukan dengan memberi seperangkat aturan yang disepakati guru dan murid.
d.      Pendekatan Pengajara.
Pendekatan ini menghendaki lahirnya peran guru untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang menguntungkan prosespembelajaran.
e.       Pendekatan Suasana Emosi dan Sosial.
Menurut pendekatan ini, pengelolaan kelas merupakan proses menciptakan iklim atau suasana emosional dan hubungan social yang positif dalam kelas.
f.       Pendekatan Kombinasi.
Pada pendekatan ini bisa menggunakan bebrapa pilihan tindakan untuk mempertahankan dan menciptakan suasana belajar yang baik. Guru memiliki peran penting untuk menganalisis kapan dan bagaimana tindakan itu tepat dilakukan.[5]
D.    Kompetensi guru dalam pengelolaan kelas
Keberhasilan guru mengajar tidak hanya ditentukan olh kondisi interen saja, tetapi factor eksternal juga ikut menentukan. Sediktnya ada 2 faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar. Terutama yang diupayakan oleh guru yakni, factor yang berhubungan dengan pengelolaan dan factor yang berhubungan dengan pengajaran. [6]
Dapat dikatakan bahwa seorang guru professional adalah guru yang tidak hanya menguasai teknik dan prosedur pengelolaan pengajaran, namun juga menguasai prosedur dan teknik pengelolaan kelas. Adapun sasaran yang dikelola dalam pengelolaan kelas itu meliputi manusia dan non manusia, manusia yang dimaksud yaitu siswa sedangkan nonmanusia yaitu tempat berlangsungnya belajar mengajar. Sasaran yang pertama yaitu manusia atau peserta didik dalam kelas, sehingga memiliki fungsi sebagai berikut:
1.    Mendorong siswa mengembangkan tanggungjawab individu terhadap tingkah lakunya
2.    Membantu siswa untuk mengerti tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan bukan kemarahan Menimbulkan rasa kewajiban melibatkan diri dalam tugas-tugas serta tingkah laku yang sesuai dengan aktivitas kelas
Adapun sasaran yang kedua yaitu mengenai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:
1.      Lingkungan fisik kelas
Lingkungan fisik kelas sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan pengajaran.
2.      Pengaturan tempat
Pengaturan tempat duduk anak dalam kelas biasanya berderet menghadap papan tulis dan guru.[7]
            Bila pengaturan kondisi kelas dapat dikerjakan secara optimal, maka proses belajar berlangsung secara optimal pula. Tetapi bila tidak dapat disediakan secara optimal, tntu saja akan menimbulkan gangguan terhadap belajar mengajar. Keterampilan mengelola kelas kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya ke kondisi yang optimal jika terjadi gangguan, baik dengan cara mendisiplinkan ataupun melakukan kegiatan remedial.
Keterampilan mengelola kelas dikelompokan menjadi dua yaitu:
a.       Keterampilan yang berkaitan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal
1.      Menunjukkan sikap tanggap
2.      Membagi perhatian
3.      Memusatkan perhatian kelompok
4.      Member petunjuk-petunjuk yang jelas
5.      Menegur
6.      Member penguatan
b.      Keterampilan yang berkaitan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal.
1.      Memodifikasi tingkah laku
2.      Pengelolaan kelompok
3.      Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.[8]






















DAFTAR PUSTAKA
Fathurrohman pupuh dan Sobry Sutikno. 2010.Strategi Belajar Mengajar.PT.Refika Aditama
Hasibuan, 1993.Proses Belajar Mengajar, .Rosdakarya:Bandung
Pupuh Fathurrohman dan Sobry Sutikno.2010. Strategi Belajar Mengajar.PT.Refika Aditama
Sunhaji.2009.,Strategi Pembelajaran. STAIN pers: purwokert


 


[1] Nurfuadi, Profesionalisme Guru.(Stain Press:Purwokerto, 2012).halaman 71-73
[2] Ibid. hal. 129-130
[3] Ibid. hal.130
[4] Pupuh Fathurrohman dan Sobry Sutikno. Strategi Belajar Mengajar.(PT.Refika Aditama:2010). Hlm:103.
[5] Ibid.104-106
[6] Sunhaji,Strategi Pembelajaran, ( STAIN pers: purwokerto,2009). Hal.93
[7] Ibid. hal. 95
[8] Hasibuan, Proses Belajar Mengajar, (Rosdakarya:Bandung,1993).hal. 82

Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top