MANAGEMEN SARANA DAN PRASARANA KELAS


 
 




MAKALAH
Disusun sebagai Salah Satu Syarat untuk Memenuhi Tugas
Matakuliah Manajemen Kelas
Dosen Pengampu : Miswanto, M.Pd

Disusun oleh :
Yuli Rantikawati                    1223301180
Yuni Amri Priyanti                 1223301181
Yuniatun                                 1223301182
Yunita Ayu Wardani              1223301183


6 PAI E
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO
2015


 
MANAGEMEN SARANA DAN PRASARANA KELAS
A.    PENDAHULUAN
Dunia pendidikan merupakan dunia dimana terdapat kegiatan pembelajaran antara guru dan murid, kedua komponen ini tidak dapat dihilangkan dalam sebuah proses pendidikan karena apabila hilang salah satu maka tidak akan pernah tercapai tujuan pembelajaran. Namun, di sisi lain ada komponen yang juga sangat berperan sebagai penunjang kegitan pembelajaran baik secara langsung maupun tidak langsung. Komponen yang tidak kalah penting adalah sarana dan prasarana.
Manajemen sarana dan prasarana kelas merupakan hal yang sangat menunjang atas tercapainya suatu tujuan dari pendidikan terutama dalam proses belajar mengajar, sebagai seorang personal pendidikan kita dituntut untuk menguasi dan memahami manajemen sarana dan prasarana, untuk meningkatkan daya kerja yang efektif dan efisien serta mampu menghargai etika kerja sesama personal pendidikan, sehingga akan tercipta keserasian, kenyamanan yang dapat menimbulkan kebanggaan dan rasa memiliki baik dari warga sekolah maupun warga masyarakat sekitarnya.
Oleh karena itu, dalam makalah ini akan membahas sekelumit sarana dan prasarana kelas agar proses pendidikan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian Managemen Sarana dan Prasarana Kelas
Sarana adalah semua perangkat peralatan, bahan, dan perabot yang secara langsung digunakan untuk proses pendidikan di sekolah, meliputi gedung, ruang belajar/kelas, media belajar, meja dan kursi. Prasarana adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan, meliputi halaman sekolah, taman sekolah, dan jalan menuju ke sekolah.[1] Managemen berasal dari kata  to manage yang berarti mengelola. Pengelolaan dilakukan melalui proses dan dikelola berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi managemen itu sendiri. Managemen adalah melakukan pengelolaan sumberdaya yang dimiliki oleh sekolah/organisasi yang diantaranya adalah manusia, uang, metode, material, mesin, dan pemasaran yang dilakukan dengan sistematis dalam suatu proses. Managemen merupakan proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[2] Managemen sarana dan prasarana adalah kegiatan yang mengatur untuk mempersiapkan segala peralatan/material bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah. Managemen sarana dan prasarana dibutuhkan untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar.[3] Managemen sarana dan prasaran kelas adalah segala kegiatan yang di persiapkan dan dikelola untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran  di kelas.
2.      Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Kelas
a.       Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama.
b.      Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secara tepat dan efisien.
c.       Untuk mengupayakan pemeliharan sarana dan prasarana sekolah, sehingga keberadaanya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah.[4]
3.      Faktor yang Mempengaruhi Managemen Kelas
a.       Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan dan saling mengganggu antara siswa yang satu dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan.
b.      Pengaturan Tempat Duduk
Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengatur tingkah laku siswa.
c.       Ventilasi dan Pengaturan Cahaya
Suhu, Ventilasi dan penerangan adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman.
d.      Pengaturan penyimpanan Barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah di capai kalau segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar.[5]
4.      Pengelolaan Prasarana Ruang Kelas
1.      Perencanaan Ruang Kelas
a.       Perencanaan kebutuhan tambahan ruang kelas dengan rencana penambahan daya tampung sekolah atau rehabilitasi ruang kelas. Untuk menghasilkan tipe sekolah yang efektif dan efisien maka dibuat tipe-tipe sekolah besar, sedang dan kecil atau type A, B, dan C disesuaikan dengan jumlah siswa dan lokasi bersangkutan. Jika sekolah tersebut masih mempunyai lahan maka dapat mengusulkan ke Kantor Wilayah untuk tambahan ruang kelas agar adanya penambahan daya tampung sesuai dengan program pemerintah dalam wajib belajar 9 tahun. Tetapi jika bangunan yang ada sekarang sudah rusak berat maka permohonan ke Kantor Wilayah adalah untuk rehabilitasi total. Hal inipun sudah pasti akan disesuaikan dengan dana anggaran yang tersedia. Adakalanya proses rehabilitasi gedung ini dilakukan secara bertahap atau sampai 2/3 tahun baru seluruhnya selesai bangunan itu. Dalam hal ini Kantor Wilayah mengadakan gedung baru itu ada 2 instansi yaitu: Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Adakalanya malah pemerintah daerah lebih banyak membangun dari pada pemerintah pusat.
b.      Dengan adanya rehab total ini, dimungkinkan daya tampungnya dapat bertambah misalnya jika gedung itu menjadi dua atau tiga tingkat yang semula hanya satu lantai. Selain ruang teori atau kelas juga agar direncanakan tambahan ruang laboratorium, perpustakaan dan serbaguna.
c.       Perencanaan proses pendayagunaan RKB atau hasil rehab dan ruang belajar yang dimiliki. Jika sekolah telah membangun ruang kelas baru (RKB) maka perlu direncanakan pendayagunaannya. Apakah untuk ruang teori ruang praktek, atau keperluan lainnya. Hal ini perlu diprogramkan agar berfungsi efektif dan efisien. Jika memungkinkan untuk ruang teoi itu sangat baik manakala sekolah itu kegiatannya hanya pagi hari atau satu shif, sebab dengan adanya sekolah melaksanakan dua shif hal jelas target pencapaian kurikulum tidak tercapai karena waktu belajar tiap jam pelajaran kurang dari 45 menit. Dalam kurikulum 94 jumlah jam pelajaran perminggu 42 jam 45 menit. Jadi tepatnya harus satu shif sehingga waktunya cukup dan hasilnya akan meningkat dengan baik.
d.      Perencanaan kebutuhan perabot untuk berfungsinya pembangunan RKB. Biasanya dengan adanya pembangunan RKB maka kebutuhan perabot pun disesuaikan. Sebab RKB tanpa perabot maka kurang efektif dan efisien penggunaan RKB tersebut. Dalam pelaksanaan ukuran RKB saat ini adalah panjang 9 m dan lebar 7 m sehingga dapat memuat meja kursi siswa sebanyak 48 stel atau dapat menampung 48 siswa per kelas. Selain meja kursi, sudah barang tentu perabot lainnya pun harus dipenuhi misalnya: Meja kursi guru, Lemari siswa atau guru dan sebagainya. Dalam pengadaan perabot ini biasanya bersatu dengan proyek pembangunan RKB dananya atau anggarannya.
e.       Perencanaan inventarisasi, pemeliharaan dan pelaporan
Dalam pemeliharaan dan pelaporan ruang kelas perlu setiap saat. Sebab jika ruang itu tidak dirawat tidak dipelihara maka sudah dipastikan ruangan itu cepat rusak dan hancur. Hendaknya jika ada kerusakan kecil segera diperbaiki, jangan menunggu sampai rusak berat sebab jika sudah rusak berat maka dana yang diperlukan untuk memperbaikinya pun berat pula. Sekurang-kurangnya tiap semester gedung itu harus dicat baik jendela, pintu maupun temboknya. Upayakan dana perawatan dan perbaikan gedung itu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Dana tersebut bisa diambil dari:1). Dana rutin, 2).  Dana OPF, 3). Dana BP3. Jika gedung itu rusak berat segeralah lapor ke Kantor Wilayah untuk diadakan rehabilitasi total.
2.      Organisasi Prasarana Ruang Kelas
Diupayakan agar ruang kelas semuanya dapat berfungsi dengan baik, misalnya: untuk teori, praktek, ruang BK, ruang UKS, serbaguna dan sebagainya. Pengorganisasian dan fungsionalitas ruangan ini diatur oleh wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana. Perawatan atau pemeliharaan dilakukan secara berkala misalnya setiap semester awal tahun dan akhir tahun pelajaran.
3.      Koordinasi Prasarana Ruang Kelas
Dalam memanfaatkan ruang kelas agar adanya koordinasi antara semua pihak di sekolah itu sehingga benar-benar ruang kelas itu dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Pembagian ruang untuk ruang teori, praktek, aula, kantor, dan sebagainya agar disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi.
4.       Pelaksanaan Prasarana Ruang Kelas
Setelah direncanakan dan mengadakan koordinasi dengan staf di sekolah, maka pemanfaatan pelaksanaan kelas itu harus sesuai dengan rencananya. Bagi sekolah yang memiliki jumlah ruang kelas cukup banyak maka sebaiknya sekolah itu digunakan satu shif saja, hal ini agar keamanan dan kebersihan dapat terjaga dengan baik. Sebaliknya jika sekolah itu dipakai dua shif maka waktu untuk membersihkan dan merawatnya kurang sehingga sekolah cepat kotor dan rusak. Selain itu dalam pencapaian target kurikulum dan daya serap sekolah yang dipakai dua shif itu rendah. Dalam ruang kelas diupayakan terdapat kelengkapan seperti: Papan absen siswa, Buku kemajuan kelas atau pembelajaran, Daftar pembagian tugas kelas, Peraturan tata tertib siswa , Organisasi kelas, Daftar pelajaran, Kalender, Hiasan dinding, Gambar presiden, wakil presiden dan garuda pancasila, selain perabot dan alat-alat kebersihan, Daftar inventaris kelas.[6]
C.    KESIMPULAN
Dari uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen sarana dan prasarana kelas dalam suatu sekolah mutlak diperlukan. Karena dengan manajemen yang efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja personel sekolah serta proses belajar mengajar. Komponen yang termasuk dalam sarana dan prasarana ini meliputi : lahan, ruang, dan perabot. Sedangkan pada garis besarnya, manajemen sarana dan prasarana meliputi 5 hal, yaitu : penentuan kebutuhan, proses pengadaan, pemakaian, pengurusan dan pencatatan, dan pertanggung jawaban.
Demikianlah uraian singkat mengenai manajemen sarana dan prasarana. Besar harapan kami makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Meskipun demikian kami menyadari bahwa makalah kami masih banyak kekurangan. Sehingga kami senantiasa mengharapkan masukan dan kritik yang membangun untuk kemajuan bersama.
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi dan Lia Yuliana. Manajemen Pendidikan. (Yogyakarta: Aditya Media. 2008)
Bafadal, Ibrahim, Managemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasinya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008)
Rohiat, Manajemen Sekolah: Teori Dasar dan Praktik, (Bandung: Refika Aditama, 2010)
Rukmana,  Ade dan Asep Suryana, Manajemen Pendidikan, (Bandung: ALFABETA, 2011)
Sopiatin, Popi, Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan siswa, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2010)


[1] Popi Sopiatin, Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan siswa, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2010), hlm. 73.
[2] Ibrahim Bafadal, Managemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasinya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), hlm. 1.
[3] Rohiat, Manajemen Sekolah: Teori Dasar dan Praktik, (Bandung: Refika Aditama, 2010), hlm. 26.
[4] Ibrahim Bafadal, hlm. 5.
[5] Ade Rukmana dan Asep Suryana, Manajemen Pendidikan, (Bandung: ALFABETA, 2011), hlm. 112.
[6] Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana. Manajemen Pendidikan. (Yogyakarta: Aditya Media. 2008). Hlm 302-304

Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top