MENGATASI ANAK HIPERAKTIF DI
DALAM KELAS
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Matakuliah : Manajemen Kelas
Dosen Pengampu : Miswanto, M.Pd.
Oleh :
SITI NUR HIDAYAH 1223301148
SITI NUR KHASANAH 1223301149
SITI ZAKIYATUSH S 1223301150
SOFIATUN 1223301151
SOFIYATUN 1223301152
6 PAI-E
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO
2015
A.
PENDAHULUAN
Mendidik
anak untuk bisa pintar mungkin bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi mendidik
anak untuk mempunyai emosi yang stabil, tidak semua orang bisa melakukannya.
Dibutuhkan orang tua dan guru yang sabar, serius, ulet, serta mempunyai
semangat dedikasi tinggi dalam memahami dinamika kepribadian anak. Perilaku
siswa usia sekolah saat ini banyak dikeluhkan guru. Para guru mengeluh sikap
anak-anak yang sangat sulit diatur emosinya di kelas.
Begitu pun dalam mendidik anak-anak hiperaktif dibutuhkan cara dan strategi
yang tepat. Dimana anak
hiperaktif memiliki karakteristik yang berbeda-beda, untuk
itu guru harus memiliki kemampuan untuk mengatasi perilaku
anak hiperaktif tersebut.
Oleh karena itu
dalam makalah ini
akan dibahas sedikit
tentang cara mengatasi anak
hiperaktif didalam kelas.
B.
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Anak Hiperaktif
Anak hiperaktif adalah
anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas. Menurut Sani Budiantini Hermawan ditinjau secara psikologis, hiperaktif adalah gangguan
tingkah laku yang tidak normal disebabkan
disfungsi neourologis dengan gejala utama
tidak mampu memusatkan
perhatian. Gangguan hiperaktif adalah gangguan pada
anak yang timbul pada masa perkembangan dini (sebelum usia 7th).
Hiperaktif adalah suatu pola
perilaku pada seseorang yang menunjukkan sikap tidak mau diam, tidak
terkendali, tidak menaruh perhatian dan impulsif (bertindak sekehendak hatinya).[1]
2.
Faktor
penyebab anak hiperaktif
Beberapa Faktor utama yang menyebabkan anak menjadi
hiperaktif yaitu:
1)
Faktor neurologik
Faktor
neurologik yaitu proses persalinan dengan cara ekstraksi forcep, bayi yang
lahir dengan berat badan dibawah 2500 gram, ibu melahirkan terlalu muda, ibu
yang merokok dan minum minuman keras
2)
Faktor genetik
Yakni
sekitar 25-35% dari orang tua dan saudara yang masa kecilnya hiperaktif akan
menurun pada anak.
3)
Faktor makanan
Faktor
makanan sangat berpengaruh seperti, zat pewarna, pengawet dan kekuarangan
vitamin.
4)
Faktor psikologi sosial
dan lingkungan
Yakni
terkadang gangguan hiperaktif adalah dampak dari pola
pengasuhan yang kurang
efektif, misalnya faktor pemanjaan dan kurangnya penanaman kedisiplinan.[2]
3.
Ciri-ciri
anak hiperaktif sebagai berikut:
1) Tidak fokus
Anak
dengan gangguan hiperaktivitas
tidak bisa berkonsentrasi lebih dari lima
menit dengan kata lain. anak hiperaktif
tidak bisa diam
dalam waktu yang lama dan mudah peralihan
perhatiannya pada hal lain.
2) Menentang
Anak dengan gangguan
hiperaktivitas umumnya memiliki sikap penentang atau
membangkang atau tidak mau
dinasehati.
3) Distruktif
Perilaku bersifat distruktif atau merusak. Anak hiperaktif
tidak bisa menyelesaikan
sesuatu dengan rapi, tapi sebaliknya
anak hiperaktif malah
menghancurkan.
4) Tidak kenal lelah
Anak dengan gangguan
hiperaktivita ssering tidak menunjukan sikap
lelah, mereka akan terus beraktivitas.
5) Tanpa tujuan
Seorang anak hiperaktif ketika
melaksanakan aktivitas tidak didasari dengan
tujuan yang pasti.
6) Tidak sabar dan
usil
Anak hiperaktif tidak
memiliki sikap sabar dan
anak hiperaktif pun sering kali mengusili temannya tanpa alasan yang jelas.
7) Intelektualitas rendah
Sering kali intelektualitas
anak dengan ganguan
hiperaktivitas berada dibawah rata-rata anak normal.[3]
4.
Cara
Mengatasi Anak yang Hiperaktif
Beberapa jenis bantuan dapat
dilakukan oleh guru dan pendidik dalam menangani anak yang berperilaku
hiperaktif diantaranya:
1)
Menempatkan posisi
duduk pada bagian depan berhadapan dengan guru, membelakangi anak-anak yang
lain agar tidak mudah perhatian beralih pada hal-hal yang lain, atau
menempatkan pada posisi yang memungkinkan berdiri selama pelajaran tanpa
mengganggu anak-anak lain misalnya posisi duduk dekat dinding, jendela, pintu
terbuka, gambar yang mencolok warnanya dan menyiapkan kursi kosong didekatnya.
2)
Pemberian informasi
atau penjelasan harus jelas dengan menggunakan media pembelajaran yang
bervariasi dan dilakukan secara klasikal untuk semua anak dan dilanjutkan
dengan individual untuk anak yang hiperaktif, penjelasan harus jelas, kongkrit,
singkat dengan menggunakan kontak mata langsung pada setiap kali pengajaran.
3)
Dampingi anak dalam
penyelesaian tugas-tugas dan bagi dalam bentuk unit-unit yang lebih kecil. Dan
ketika anak telah menyelesaikan tugas tersebut guru memberikan pujian kepada
siswa hiperaktif tersebut.
4)
Memanfaatkan energy
anak dengan tugas lain yang dapat menguras tenaganya dan lebih bermanfaat.[4]
5)
Memberikan Reward and Punishment, untuk menambah semangat belajar dan
rasa tanggung jawab pada diri anak-anak,
6)
Menatap anak hiperaktif
tersebut jika membuat gaduh di dalam kelas.
7)
Menyingkirkan perlengkapan yang tidak diperlukan di
meja belajar anak, supaya perhatiannya tidak pecah.
8)
Mengarahkan dan mengingatkan, jangan terlalu banyak larangan terhadap
anak didik berikan kebebasan kepada mereka untuk berkreasi dan berekspresi,
tetapi masih dalam batsan-batasan tertentu yang tidak mengganggu.[5]
C.
PENUTUP
Dari pemaparan di atas
dapat disimpulkan bahwa
anak hiperaktif adalah
anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas, dimana gangguan hiperaktif
terjadi pada anak yang berusia kurang
dari 7 tahun yaitu pada masa perkembangan dini.
Faktor
penyebab anak menjadi hiperaktif
yaitu: faktor neorologik, faktor genetik, faktor makanan, Ciri-ciri anak hiperaktif adalah
tidak fokus, menentang, distruktif, tidak kenal lelah, tanpa tujuan,
tidak
sabar dan usil, intelektualitas rendah.
Cara untuk
mengatasi anak yang hiperaktif diantaranya dengan menempatkan posisi
duduk pada bagian depan berhadapan dengan guru, pemberian informasi atau
penjelasan harus jelas dengan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi,
mendampingi anak dalam penyelesaian tugas- tugasnya, memanfaatkan energy anak
dengan tugas lain yang dapat menguras tenaganya dan mengurangi perilaku yang
tidak dikehendaki guru.
DAFTAR PUSTAKA
Zaviera,Ferdianand. 2009. AnakHiperaktif.
Yogyakarta: Katahari.
Maritim,Giant. 1994. Terapi
Untuk Anak ADHD, Anak Hiperaktif, Sulit Berkonsentrasi, Tidak Aktif, Kurang
Perhatian. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Doucherty, Michael. Psykological Consultation and Community
Settings. Thomson Fourth edition, (diterjemahkan Mahasiswa Paud , 2009)
Yuda, Andi. 2009. Kenapa Guru Harus
Kreatif?. Bandung: Dar! Mizan.
[2] Giant Maritim, Terapi Untuk Anak ADHD, Anak Hiperaktif,
Sulit Berkonsentrasi, Tidak Aktif, Kurang Perhatian, (Jakarta: Bhuana Ilmu
Populer, 1994), Hlm. 29.
[4] Michael Doucherty, Psykological
Consultation and Community Settings. Thomson Fourth edition, (diterjemahkan
Mahasiswa Paud , 2009) hlm. 67.


0 komentar:
Posting Komentar